SEJARAH PMB-RW

PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

BERBASIS RUKUN WARGA (PMB-RW) KOTA PEKANBARU

         Sesuai dengan Undang-undang No.23 tahun 2014 tentang otonomi daerah yang dimana berisikan bahwa setiap daerah memiliki wewenang dalam mengatur daerahnya dan mengurus urusan rumah tangganya sendiri, dan termasuk dalam hal membuat kebijakan dengan bentuk suatu program atau strategi dalam meningkatkan pembangunan dan perekonomian, sehingga dapat terwujudnya masyarakat yang madani, oleh karena itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, setiap daerah harus memiliki strartegi dalam meningkatkan perekonomian dan pembangunan daerahnya. Pembangunan dan pemberdayaan dalam masyarakat merupakan suatu konsep yang sangat populer dikalangan Pemerintahan. Partisipasi masyarakat dalam proses pemberdayaan akan menjadikan masyarakat tersebut menjadi lebih berkembang dan tidak lagi dipandang sebagai objek, akan tetapi juga terlibat sebagai perencaanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga pertanggung jawaban. Dalam hal ini tentu pemerintah menyadari betapa pentingnya masyarakat dalam meningkatkan kemampuan internalnya atas segala sumber daya yang dimilikinya.

        Dalam mewujudkan peningkatan pembangunan dan perekonomian di Kota Pekanbaru, maka Wali Kota Pekanbaru dalam hal ini membuat program pemberdayaan masyarakat yaitu merupakan Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga (PMBRW) yang dimana porgram tersebut merupakan suatu kebijakan yang telah di buat oleh pemerintah Kota Pekanbaru agar dapat tercapai dan terwujudnya visi dan misi kota pekanbaru sebagai kota yang metropolitan dan madani.

            Adapun Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga ini (PMBRW) pada awalnya bertujuan untuk meringankan beban masyarakat ekonomi menengah kebawah, dengan program ini masyarakat tersebut dapat dimudahkan dalam meminjam modal yang bersumber dari dana PMB-RW selain itu program ini juga langsung dapat menyentuh masyarakat dari tingkat lapisan RT/RW sampai kelapisan tingkat atas, tentu masyarakat dapat merasakan pemberdayaan secara ekonomi dan potensi pada diri masayarakat secara merata seperti yang diharapkan.

PMB RW yang merupakan program pengganti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) ini bertujuan menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik secara individu maupun kelompok untuk turut berpartisipasi memecahkan berbagai permasalahan yang terkait pada upaya peningkatan kualitas kehidupan, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat.

           Pada dasarnya Program yang dilakukan oleh pemerintah kota Pekanbaru ini sistemnya sama dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) yang sudah dihentikan sejak tahun 2014. Namun, yang membedakan dari program ini yaitu dalam lingkungannya, yaitu dalam program PMB-RW ini menjangkau masyarakat miskin hingga tingkat Rukun Warga, pelaksanaan PMB-RW ini di tanggung jawab oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

          Program PMB-RW ini didukung dengan pembiayaan yang berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan Dana Belanja Daerah (APBD). Dana yang dikeluarkan oleh Pemrintah Kota Pekanbaru untuk setiap Rukun Warga yaitu Rp. 50 Juta. Adapun dasar hukum yang melandasi terhadap pelaksanaan PMB-RW antara lain yaitu, Peraturan Menteri dalam Negeri Republik Indonesia Tahun 2018 Tentang kegiatan Pembangunan sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan, Surat Edaran Bupati/Walikota Tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2018 Tentang Kegiatan Pembangunan Sarana Dan Prasarana Kelurahan Dan Pemberdaymn Masyarakat Di Kelurahan Tahun Anggaran 2019, Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 5 Tahun 2016 Tentang Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga Kota Pekanbaru, Peraturan Walikota Nomor 46 tahun 2019 Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan Dan Pemberdayaan Masyarakat Dikelurahan Se-Kota Pekanbaru. Peraturan Walikota Pekanbaru Nomor 32 Tahun 2019 Tentang Pedoman Umun dan Petunjuk Teknis Kegiatan Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis rukun warga Kota Pekanbaru.

       Mekanisme penyelenggaraan program PMB RW menerapkan pendekatan pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat melalui pelibatan masyarakat secara utuh dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari pengorganisasian, perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan di lapangan.

Di Kota Pekanbaru, PMB RW sendiri sudah mulai dilaksanakan secara bertahap oleh Pemko Pekanbaru di 93 RW di Kecamatan Tenayan Raya sebagai RW percontohan. Puluhan RW di kawasan Tenayan Raya telah menerima dana PMB RW sebesar Rp50 juta per RW tahun 2014 lalu.

       Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga Kota Pekanbaru adalah program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan oleh pemerintah kota Pekanbaru melalui pola pemberdayaan masyarakat di tingkat Rukun Warga (RW) yang dibiayai oleh APBD Kota Pekanbaru. Dalam proses pelaksanaan langsung melibatkan RW melalui LKM RW ( Lembaga Keswadayaan Masyarakat Rukun Warga) yang memiliki struktur yang jelas. Beberapa prinsip pelaksanaan PMB-RW melalui tridaya adalah :

Pertama, pemberdayaan sosial. Sasaran dari kegiatan pemberdayaan sosial ini adalah tumbuhnya kesetiakawanan sosial di masyarakat yang pada akhirnya dapat mewujudkan kerukunan antara masyarakat terutama masyarakat RW yang melaksanakan kegiatan pemberdayaan ini. Kegiatannya dapat berupa ; gotongroyong, donor darah dan bakti sosial, olahraga bersama, bazar dan pasar murah, ceramah dan wirid serta penyuluhan.

Kedua, pemberdayaan ekonomi. Sasarannya adalah kesempatan dan lapangan kerja serta peningkatan daya beli masyarakat. Tujuan pemberdayaan ekonomi masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatannya berupa pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan keahlian masyarakat, pembinaan UMKM, agen distributor, dan jasa keterampilan dan pelayanan.

Ketiga, pemberdayaan lingkungan. Sasarannya adalah peningkatan sarana dan prasarana lingkungan serta kelestarian lingkungan agar dapat mendukung proses pemberdayaan yang lainnya sehingga tercipta keselarasan dan keberlangsungan proses pemberdayaan di lingkungan masyarakat. Kegiatannya adalah: gotongroyong (gerakan peduli bersih), penghijauan dan tanaman bunga, penyediaan fasilitas public secara swadaya dan mandiri, revitalisasi dan peningkatan infrastruktur (semenisasi saluran dan bangunan) untuk mendukung proses pemberdayaan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Fase dalam Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga ada 3:

  1. Fase Inisiasi : 5 Tahun
  2. —Fase Partisipatori : 3 Tahun
  3. —Fase Mandiri  : Tak Terhingga.